HOME
ABOUT
INFORMASI PPDB
PROFILE
EMAIL
ALUMNI
GALLERY
MENU PEMBELAJARAN
CARRIER
EVENT
ARTICLE
DOWNLOAD

Informasi PPDB


DAFTAR UNIT :



IP Address : 54.221.17.234
Pengunjung : 586.747






Komentar Terbaru :




Newsflash :
SELAMAT KEPADA SD TARAKANITA 3 ATAS PENGHARGAAN SEBAGAI SEKOLAH PEDULI KEBERSIHAN PROVINSI DKI JAKARTA 2017             |             Selamat kepada Reynard Adrian Simajuntak dan Cristoper marcellino Siswa Stella Duce Yogyakarta yang membawa medali di ajang Expo Science Mexico 2017 pada 04 11 Desember 2017             |             SELAMAT DATANG PARA PESERTA OLIMPIADE SAINS TARAKANITA NASIONAL YG DISELENGGARAKAN DI SMA TARAKANITA 1 PULO RAYA, JAKARTA 8 - 10 NOVEMBER 2017             |             PROFICIAT KPD WILLIAM SETIAJI (SISWA SMP ST.CAROLUS SURABAYA) YG BERHASIL MEMPERTAHANKAN GELAR JUARA 1 OLIMPIADE FISIKA TINGKAT NASIONAL YG DISELENGGARAKAN OLEH UNIVERSITAS NEGERI MALANG             |             PROFICIAT KPD KEVIN NARENDRA DHIRESWARA (SISWA SMP STELLA DUCE 2) YG MEMPEROLEH JUARA 1 FLSSN CABANG GITAR SOLO TINGKAT NASIONAL             |             PUTRA-PUTRI PESERTA DIDIK JENJANG SMP : SELAMAT MENEMPUH UNBK 2017, SEMOGA SUKSES             |             PUTRA-PUTRI PESERTA DIDIK JENJANG SMA : SELAMAT MENEMPUH UNBK 2017, SEMOGA SUKSES             |             PROFICIAT KEPADA VENERINI RANUM CLASSY DEWI (SMA STELLA DUCE 2) & LIDWINA AYKE WINAHYU (SMA STELLA DUCE 1) YG MENDAPAT KESEMPATAN MENEMPUH PENDIDIKAN SELAMA 1 TAHUN DI HYOGO KEN HARIMA, JEPANG             |             PROFICIAT UTK KORPS PUTRI TARAKANITA YG MENJADI JUARA FAVORIT DAN JUARA III FRONT ENSEMBLE DLM GRAND PRIX MARCHING BAND (GPMB) 2016             |             SMA TARAKANITA GADING SERPONG TGR MERAIH JUARA 1 OLIMPIADE SOSIOLOGI TINGKAT NASIONAL YG DISELENGGARAKAN OLEH UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Artikel :



PENTINGNYA VAKSIN DEFTERI BAGI ORANG DEWASA


Selasa; 13 February 2018 [Humas SMA Santo Carolus, SMA ST. CAROLUS SURABAYA] - Artikel Umum

Sumber diambil dari:

http://www.alodokter.com/pentingnya-vaksin-difteri-untuk-orang-dewasa



Pentingnya Vaksin Difteri Untuk Orang Dewasa

 Difteri banyak dialami oleh anak-anak, namun bukan berarti orang dewasa secara otomatis bebas difteri. Sebagaimana pada anak, vaksinasi difteri juga perlu diberikan untuk orang orang dewasa guna mencegah penyebaran penyakit difteri

 Kementerian Kesehatan RI menganjurkan vaksinasi difteri sebagai upaya penanggulangan dan pencegahan meluasnya KLB (Kejadian Luar Biasa) difteri di Indonesia. Program vaksinasi dari pemerintah Indonesia melalui ORI (Outbreak Response Immunization), memberikan imunisasi difteri terutama bagi penduduk Indonesia berusia 1-19 tahun yang tinggal di sekitar penderita difteri. Sedangkan vaksinasi difteri pada orang dewasa diharapkan dapat dilakukan secara mandiri di fasilitas kesehatan pemerintah atau swasta.

 Pentingnya Vaksin Difteri untuk Orang Dewasa

 Mencegah Penularan Difteri

Difteri merupakan penyakit yang dapat menyebabkan masalah pernapasan, kelumpuhan, gagal jantung hingga berujung kematian. Penyebarannya adalah melalui udara ketika penderita difteri batuk atau bersin. Vaksinasi difteri pada anak maupun orang dewasa berfungsi memicu timbulnya kekebalan tubuh terhadap bakteri penyebab penyakit tersebut.

 Umumnya pemberian vaksinasi difteri bersama dengan vaksin lain dilakukan pada usia bayi 2, 3, dan 4 bulan, sesuai dengan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2017. Vaksinasi itu dikenal dengan DTP, sebagai upaya perlindungan terhadap penyakit difteri, tetanus, dan batuk rejan (pertussis). Jika vaksin yang diberikan jenis DTPa, maka vaksin diberikan pada usia 2, 4, dan 6 bulan.

 Anak berusia 7 tahun ke atas dan orang dewasa diberikan rekomendasi untuk memperoleh vaksinasi Td atau Tdap. Dilanjutkan dengan pemberian vaksinasi ulang (booster) minimal setiap 10 tahun sekali.

 Orang Dewasa yang Perlu Segera Vaksinasi Difteri

Orang dewasa yang perlu segera mendapatkan vaksinasi difteri atau vaksinasi Tdap, adalah:
Orang yang belum pernah menerima vaksinasi Tdap.
Orang yang lupa apakah ia sudah diberikan vaksinasi atau belum.
Petugas kesehatan yang melakukan kontak langsung dengan pasien.
Orang yang merawat bayi di bawah umur 1 tahun, termasuk orang tua, kakek-nenek, dan pengasuh bayi.
Orang yang bepergian ke berbagai wilayah yang termasuk penyebaran difteri.
Orang yang tinggal serumah, tetangga, pernah/akan menengok penderita difteri.
Calon ibu yang belum pernah melakukan vaksinasi.
Ibu hamil (booster Tdap dianjurkan untuk diberikan pada tiap kehamilan).

Setelah vaksinasi dilakukan, pastikan untuk mencatat dan menyimpan data/riwayat imunisasi Anda maupun anak Anda dengan baik. Jika pernah mengalami alergi atau kejang setelah kurang lebih 1 minggu setelah vaksinasi, sebaiknya minta dokter untuk mengevaluasi terlebih dahulu kondisi kesehatan sebelum vaksinasi difteri atau vaksinasi kombinasi lain.

Menghindari pemberian vaksin menyebabkan tubuh rentan terkena paparan penyakit dan menyebarkan pada orang lain. Manfaat vaksin  penting untuk mencegah penularan penyakit. Oleh karena itu, tepati jadwal imunisasi demi menjaga kesehatan buah hati dan diri Anda sendiri. Menjalani imunisasi adalah bentuk pertanggungjawaban diri kita dalam menghargai kesehatan diri sendiri dan orang lain.





Komentar - komentar untuk artikel ini :
Belum ada komentar pada artikel ini..


Silahkan isi komentar pada form di bawah ini.
Nama :
Alamat Email :
Komentar :

Tuliskan Kode berikut :



Artikel Lainnya :