HOME
ABOUT
INFORMASI PPDB
PROFILE
ALUMNI
GALLERY
CAREER
EVENT
ARTICLE
DOWNLOAD

PPDB 2020/2021


DAFTAR UNIT :









Komentar Terbaru :


IP Address : 3.231.212.98
Pengunjung : 908.944


Newsflash :
PROFICIAT KEPADA SD TARAKANITA 3 JAKARTA ATAS PRESTASINYA MERAIH PIAGAM BINTANG SATU KEAMANAN PANGAN UNTUK KANTIN SEKOLAH DARI BADAN POM REPUBLIK INDONESIA             |             PROFICIAT KEPADA SD DAN SMP SINT CAROLOS BENGKULU ATAS PRESTASINYA MERAIH PIAGAM BINTANG SATU KEAMANAN PANGAN UNTUK KANTIN SEKOLAH DARI BADAN POM REPUBLIK INDONESIA             |             PROFICIAT ATAS TERSELENGGARANYA KONFERENSI NASIONAL GURU SMP, SMA, SMK PENGAMPU UJUAN NASIONAL YG DISELENGGARAKAN DI TDC 2 SURABAYA, 26-28 NOVEMBER 2019             |                         |             PROFICIAT KEPADA SD DAN SMP SINT CAROLOS BENGKULU, MERAIH PIAGAM BINTANG SATU KEAMANAN PANGAN UNTUK KANTIN SEKOLAH DARI BADAN POM REPUBLIK INDONESIA.             |                         |             PROFICIAT KEPADA TARAKANITA WILAYAH TANGERANG YANG TELAH MERAIH JUARA UMUM DALAM OSTARNAS IV DI YOGYAKARTA 13-15 NOVEMBER 2019.             |                         |             PROFICIAT KPD SMA TARAKANITA 2 JKT YG TELAH MERAIH JUARA 1 LOMBA FILM PENDEK, JUARA 1 LOMBA DESAIN POSTER TINGKAT KOTA JAKARTA UTARA (AGUSTUS 2019)             |            


Sejarah SMA Sint. Carolus

Pencetusan awal berdirinya SMA Katolik Santo Carolus berdasarkan adanya suatu kebutuhan dari masyarakat sekitar terlebih orang tua / wali siswa yang sangat mengharapkan setelah lembaga pendidikan di bawahnya berdiri lebih dahulu (TKK, SDK, SLTPK Santo Carolus ). Yayasan. Pendidikan Karolus Borromeus memperhatikan kebutuhan tersebut dan merasa terpanggil untuk merealisasikan visi dan rnisinya dengan mendirikan SMA Katolik Santo Carolus sebagai sekolah lanjutan bagi lulusan SLTPK Santo Yosef dan SLTPK Santo Carolus ( sebagai fider school ) khususnya dan secara umum para lulusan SLTP lain disekitarnya.

Tanggal 1 Juni 1992 resmilah SMA Katolik Santo Catolus berdiri dengan statusnya saat itu “tercatat " dan Sr. Vincenza CB sebagai Kepala Sekolah Pertama, dengan jumlah siswa angkatan pertamanya hanya 68 orang yang terbagi dalam 2 kelas. Staf pengajar pada saat itu masih beberapa saja dan statusnya pun masih sebagai guru di sekolah lain atau punya kesibukan lain selain mengajar di SMA. Beberapa staf pengajar itu adalah Bapak Heru, Bapak Andreas S, Bapak Dadi Santosa, Bapak Thomas Watoyo ( selaku Wakil Kepala Sekolah ), Ibu Beauty, Ibu Imelda, Ibu Yanti, Ibu Rosa de Lima.

Proses belajar mengajar masih menumpang di gedung SLTP Katol ik Santo Carolus dengan menggunakan tiga lokal di lantai tiga, dua lokal untuk ruangan kelas dan satu. lokal untuk ruang Kepala Sekolah plus ruang guru ( jadi ruang guru dan ruang Kepala Sekolah menjadi satu dan hanya disekat oleh lemari ) begitu pula pengadaan peralatan penunjang PBM masih pinjam dengan SLTP Katolik Santo Carolus. Di sela - sela kesibukan para siswa dan guru serta Kepala Sekolah, dari lantai tiga mereka selalu, memandang perkembangan pembangunan gedung SMA yang berada kurang lebih 25 meter dari SLTP mulai memasang pondasi hingga beberapa ruang telah dapat digunakan untuk PBM. Sejak itu barulah SMA pindah ke gedung milik SMA sendiri, walaupun suara mesin cor bangunan dan desing palu memekakkan telinga bersaing dengan para guru yang mengajar di kelas.

Penantian hari demi hari untuk dapt belajar dengan situasi yang mendukung akhirnya tiba. Gedung sekolah telah berdiri dan diberkati oleh Mgr. Aj. Dibjokarjono, CM Uskup Surabaya pada tanggal 17 Desember 1993 dan pada tanggal 3 Nopember 1994 diresmikan oleh Bapak Drs. Moch. Sugiarto selaku Kakanwil Propinsi Jawa Timur. Fasilitas sekolah yang dulu hanya meminjam, sedikit demi sedikit SMA mulai untuk dapat membeli dan memiliki sendiri dan ada pula yang berasal dari sumbangan para donatur.

            Mendirikan organisasi / lembaga sangatlah mudah namun untuk mengembangkan secara kontiniu, memajukannya serta menjadikannya bermutu sangatlah sulit. Doa, kegigihan, perjuangan dan pengorbanan itulah yang dapat membuat organisasi / lembaga tersebut bertahan. SMA Katolik Santo Carolus mencoba selalu mengusahakan beberapa hal di atas hingga memberanikan diri mengajukan Akreditasi dan pada tahun 1996 status yang dulu ”tercatat” berubah menjadi “disamakan”. Pijakan awal sebagai salah satu rangkaian proses ini mendorong SMA Katolik Santo Carolus dan seluruh komponen di dalamnya untuk selalu berkembang dan juga mampu menjawab tantangan zaman serta dapat memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya dunia pendidikan.

Foto Halaman Tengah